Sunday, March 30, 2014
Wala dan baro'
Wala artinya loyal, dekat, akrab, setia.
asal kata wal sama dengan kata wali yang artinya dekat. selama ini kita mengetahui
kata wali, misalnya wali murid, wali songo, wali nikah dan lain lain. kenapa ayah menjadi wali nikah bagi
putrinya karena ayah adalah sosok yang dekat dengan putrinya.
kemudian ada kata wali alloh berarti orang tersebut dekat dengan alloh. cara agar dekat dengan alloh hanya
dengan satu jalan yaitu dengan mengikuti sunnah rosullulloh muhammad saw.
jadi jangan mudah tertipu dengan orang yang menyebut dirinya wali alloh tetapi masih melakukan syirik,
seperti orang yang mengaku bisa meramal nasib seseorang, orang yang percaya dengan jimat jimat dan lain lain.
dan sepatutnya kita harus ber wala atau loyal dengan orang orang mukmin, jangan jadikan orang nonmukmin menjadi sahabat sejati.
Kita berwala terhadap orang islam sesuai kadar keislaman dia, misalnya ada orang yang sholat jalan rajin tetapi mengghibah juga rajin,
merokok juga rajin, pacaran juga rajin, joget joget rajin. Maka, dengan orang muslim seperti tadi kita berwala saat dia beriman, misal
saat lagi ketemu di masjid kita salam, tetapi saat melihat dia merokok, pacaran kita tidak usah salam.
barro artinya menjauhi, tidak loyal.
barro itu kebalikan dari wala, dan kita barro dengan orang orang kafir. kita tidak boleh loyal tunduk terhadap orang orang kafir.
jika loyal dan tunduk dengan orang kafir maka lama lama iman kita akan lemah bahkan hilang untuk selamanya.
hal ini berarti kita sebagai muslim tidak boleh manjadikan orang kafir sebagai sahabat karib, misal jadi teman curhat, teman suka duka bersama,
karena di takutkan hal ini akan memperlemah iman. Barro dengan orang kafir bukan berarti menjauhinya,
kita berinteraksi dengan mereka dalam urusan dunia saja, pada dasarnya kita harus berinteraksi dengan semua orang dengan santun, karena isalm
adalah rahmat untuk seluruh alam.
Memang di kehidupan yang multi suku, agama, budaya dan lain lain akan tidak mudah untuk menerapkan wala dan barro, tetapi dengan
iman yang kita miliki semoga alloh memberikan kekuatan untuk menerapkan wala dan barro.
kajian stan 30 maret 2014
Sunday, May 26, 2013
Kajian masjid bintaro raya 26 mei 2013
Iman kepada hari akhir : berarti jangan menyianyiakan waktu
selain ada manfaatnya bagi akhirat.
Akhirat adalah tujuan utama kita hidup didunia ini. Tetapi bukan
berarti anda mengsampingkan kehidupan dunia, dalam hidup antara kebutuhan
akhirat dan kebutuhan dunia harus seimbang.
Kebanyakan manusia lebih terkagum kagum akan buatan manusia,
dibanding ciptaan alloh seperti air, tanah dll. Manusia akan lebih mudah kagum
dan bangga dengan buatan manusia, sebut saja jika ada keluar gadget baru, mobil
baru, motor baru manusia akan berbondong bondong mengantre untuk membelinya. Manusia
akan lebih PD jika pakai mobil yang bagus, pakian yang wah, gadget yang wah,
dan untuk mendapatkan segalanya yang wah diperlukan uang. Karena manusia sering
membicarakan yang wah wah dari buatan manusia, maka manusia makin sedikit
mangingat Alloh sebagai pencipta alam seisinya.
Jika kita mau mengkaji secara detail semua yang kita miliki
adalah titipan dari alloh. Alloh menitipkan jasad yang terdiri dari badan,
tangan, kaki, dan lainya agar di gunakan untuk ketaatan kepada alloh.
Semua harta, anggota keluarga yang paling anda cintai
semuanya milik alloh. Jadi persiapkan diri sebaik baiknya jika alloh meminta
kembali titipan alloh. Ingatlah orang yang paling cerdas adalah orang yang
sering ingat akan kematian.
Kenapa orang durhaka menurut surat an naba’:
a. tidak yakin akan adanya hisab. Orang yang tidak yakin
akan adanya hari perhitungan maka orang akan cenderung untuk berlaku sesuka
hati, karena marasa tidak ada yang salah dengan dirinya.
b. orang mendustakan ayat ayat alloh. Banyak orang yang
meragukan bahwa dia akan dibangkitkan kembali setelah mati. Padahal alloh sudah
menciptakan binatang, tumbuhan, dan siklus alam semesti sedemikian teraturnya,
jika Cuma menghidupkan orang yang sudah mati pasti bisa.
c. orang sering meragukan akan adanya catatan amal atas
perbuatannya. Banyak orang yang sering lupa bahwa segala amal perbuatan aka
nada track recordnya oleh alloh.
Pada di surat yasin : 65 disebutkan “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan
berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah
mereka lakukan”
Tuesday, May 14, 2013
SECANGKIR KOPI KEBAHAGIAAN
SECANGKIR KOPI KEBAHAGIAAN
Ada seorang lelaki tua tiba di sebuah desa, telah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Seorang arif dan kaya raya mempersilahkan lelaki tersebut mampir sejenak ke rumahnya. Kemudian pria kaya tersebut menghidangkan beraneka macam minuman dan masakan. Lelaki tua itu hanya memandangi semua makanan lezat dan minuman yang terhidang, lalu dengan santun ia bertanya,
"Bolehkah saya meminta secangkir kopi?” sebuah permintaan yg sederhana.
"Hanya itu?” kata sang pemilik rumah kembali bertanya.
"Ya Tuan, hanya itu” jawab lelaki tua tersebut.
Kemudian lelaki itupun langsung meminum segelas kopi yang dihidangkan. Nampak ia betul-betul menikmati setiap teguk kopi yang ia minum. Melihat pemandangan tersebut membuat sang pemilik rumah menawarkan secangkir kopi lagi, tetapi lelaki tersebut menolak dgn bahasa yang santun.
"Kenapa?” tanya sang pemilik rumah keheranan.
"Karena saya tidak ingin kenikmatan dari secangkir kopi yang sebelumnya akan berkurang” jawab lelaki tersebut sambil tersenyum.
Dari kisah tsb. dapat kita pahami bahwa kunci kebahagiaan ada pada KESEDERHANAAN, MERASA cukup, dan dapat MENSYUKURI apa yang kita dapati, dengan tulus menikmati. Kebahagiaan tidak hanya berbicara soal kekayaan, tapi berbicara tentang seberapa anda bisa mensyukurinya.
Bersyukurlah atas apa yang kita miliki, atas keluarga, orang tua, pasangan, pekerjaan, umur, bahkan kekurangan yang kita miliki. Ketika kita mampu bersyukur atau dapat melihat dan merasakan sisi positif dari apapun yang kita alami atau miliki, berarti kita akan mudah menemukan kebahagiaan....
Selamat menghadirkan kebahagiaan di pagi ini, nanti...dan esok hari.
Ada seorang lelaki tua tiba di sebuah desa, telah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Seorang arif dan kaya raya mempersilahkan lelaki tersebut mampir sejenak ke rumahnya. Kemudian pria kaya tersebut menghidangkan beraneka macam minuman dan masakan. Lelaki tua itu hanya memandangi semua makanan lezat dan minuman yang terhidang, lalu dengan santun ia bertanya,
"Bolehkah saya meminta secangkir kopi?” sebuah permintaan yg sederhana.
"Hanya itu?” kata sang pemilik rumah kembali bertanya.
"Ya Tuan, hanya itu” jawab lelaki tua tersebut.
Kemudian lelaki itupun langsung meminum segelas kopi yang dihidangkan. Nampak ia betul-betul menikmati setiap teguk kopi yang ia minum. Melihat pemandangan tersebut membuat sang pemilik rumah menawarkan secangkir kopi lagi, tetapi lelaki tersebut menolak dgn bahasa yang santun.
"Kenapa?” tanya sang pemilik rumah keheranan.
"Karena saya tidak ingin kenikmatan dari secangkir kopi yang sebelumnya akan berkurang” jawab lelaki tersebut sambil tersenyum.
Dari kisah tsb. dapat kita pahami bahwa kunci kebahagiaan ada pada KESEDERHANAAN, MERASA cukup, dan dapat MENSYUKURI apa yang kita dapati, dengan tulus menikmati. Kebahagiaan tidak hanya berbicara soal kekayaan, tapi berbicara tentang seberapa anda bisa mensyukurinya.
Bersyukurlah atas apa yang kita miliki, atas keluarga, orang tua, pasangan, pekerjaan, umur, bahkan kekurangan yang kita miliki. Ketika kita mampu bersyukur atau dapat melihat dan merasakan sisi positif dari apapun yang kita alami atau miliki, berarti kita akan mudah menemukan kebahagiaan....
Selamat menghadirkan kebahagiaan di pagi ini, nanti...dan esok hari.
PINTU - PINTU MASUKNYA SETAN PADA DIRI MANUSIA :
PINTU - PINTU MASUKNYA SETAN PADA DIRI MANUSIA :
1. Al jahlu (kebodohan)
2. Al ghadhab (marah)
3. Hubbud dunya (gila dunia)
4. Thulul amal (panjang angan-angan)
5. Al hirshu (tamak)
6. Al bukhlu (pelit)
7. Al kibru (sombong)
8. Hubbul madhu (gila pujian)
9. Ar riyaau (pamer)
10. Al 'ujubu (bangga diri)
11. Al jaza'u wal hala'u (panik dan galau)
12. Ittiba'ul hawa (menuruti nafsu)
13. Su udz dzon (prasangka buruk)
14. Ihtiqorul muslim (merendahkan orang islam)
15. Ihtiqorudz dzunub (meremehkan dosa)
16. Al amnu min makrillah ( merasa aman dari ancaman Allah)
17. Al qunuth min rahmatillah (pesimis dari rahmat Allah).
"Ya Allah jauhkan kami, sahabat-sahabat kami, dan keluarga kami dari sifat-sifat buruk ini. Aamiin.
1. Al jahlu (kebodohan)
2. Al ghadhab (marah)
3. Hubbud dunya (gila dunia)
4. Thulul amal (panjang angan-angan)
5. Al hirshu (tamak)
6. Al bukhlu (pelit)
7. Al kibru (sombong)
8. Hubbul madhu (gila pujian)
9. Ar riyaau (pamer)
10. Al 'ujubu (bangga diri)
11. Al jaza'u wal hala'u (panik dan galau)
12. Ittiba'ul hawa (menuruti nafsu)
13. Su udz dzon (prasangka buruk)
14. Ihtiqorul muslim (merendahkan orang islam)
15. Ihtiqorudz dzunub (meremehkan dosa)
16. Al amnu min makrillah ( merasa aman dari ancaman Allah)
17. Al qunuth min rahmatillah (pesimis dari rahmat Allah).
"Ya Allah jauhkan kami, sahabat-sahabat kami, dan keluarga kami dari sifat-sifat buruk ini. Aamiin.
Friday, April 19, 2013
contoh hasil SyntaxHighlighter
package tutorial;
import com.opensymphony.xwork2.ActionSupport;
public class HelloWorld extends ActionSupport {
private String name;
public String getName() {
return name;
}
public void setName(String name) {
this.name = name;
}
public String execute() {
name = "Hello, " + name + "!";
return SUCCESS;
}
}
cara buat SyntaxHighlighter
1. Anda dapat downloads SyntaxHighlighter
here
2. taruh kode berikut pada template blog anda : diantar kode < head > .......</ head >
contohnya
<pre class="brush: java" >
4. lebih detail masalah configuration please click here
here
2. taruh kode berikut pada template blog anda : diantar kode < head > .......</ head >
< head >
< script src="http://agorbatchev.typepad.com/pub/sh/3_0_83/scripts/shCore.js" type="text/javascript">
< script src='http://agorbatchev.typepad.com/pub/sh/3_0_83/scripts/shAutoloader.js' type='text/javascript'/>
< script src='http://agorbatchev.typepad.com/pub/sh/3_0_83/scripts/shBrushXml.js' type='text/javascript'/>
< script src='http://agorbatchev.typepad.com/pub/sh/3_0_83/scripts/shBrushJScript.js' type='text/javascript'/>
< script src='http://agorbatchev.typepad.com/pub/sh/3_0_83/scripts/shBrushCss.js' type='text/javascript'/>
< script src='http://agorbatchev.typepad.com/pub/sh/3_0_83/scripts/shBrushJava.js' type='text/javascript'/>
<script type="text/javascript">
SyntaxHighlighter.config.bloggerMode = true;
SyntaxHighlighter.config.stripBrs=false;
SyntaxHighlighter.all();
</script>
</ head >
3. tinggal arah kan ke kode scrpting anda
<pre class="brush: java" >
</pre>contohnya
<pre class="brush: java" >
package entity;
import java.io.Serializable;
public class Client implements Serializable{
private int clientId;
private String clientName;
private String clientAddress;
private String clientCity;
public Client() {
super();
// TODO Auto-generated constructor stub
}
public int getClientId() {
return clientId;
}
public void setClientId(int clientId) {
this.clientId = clientId;
}
public String getClientName() {
return clientName;
}
public void setClientName(String clientName) {
this.clientName = clientName;
}
public String getClientAddress() {
return clientAddress;
}
public void setClientAddress(String clientAddress) {
this.clientAddress = clientAddress;
}
public String getClientCity() {
return clientCity;
}
public void setClientCity(String clientCity) {
this.clientCity = clientCity;
}
}
</pre> 4. lebih detail masalah configuration please click here
10 Perkara yang DICINTAI اَللّهُ SWT
10 Perkara yang DICINTAI اَللّهُ SWT
Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa seseorang mendatangi Nabi Muhammad sallAllahu 'alaihi wasallam, lalu dia bertanya, "Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling dicintai Allah? Perbuatan apakah yang paling dicintai Allah?", lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,
1. "Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,
2. dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim,
3. atau menjauhkan kesusahan darinya,
4. atau membayarkan hutangnya,
5. atau menghilangkan laparnya.
6. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri'ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan,
7. dan barangsiapa yang menahan amarahnya niscaya Allah menutup aibnya,
8. dan barangsiapa yang menahan murkanya padahal jikalau ia kehendaki untuk melampiaskannya pasti ia lampiaskan niscaya Allah mengisi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat,
9. dan baragsiapa yang berjalan bersama saudaranya muslim untuk sebuah keperluan sampai selesai urusannya niscaya Allah akan tetapkan telapak kakinya pada hari yang tergelincir telapak kaki-telapak kaki,
10. dan sungguh akhlak yang buruk benar-benar akan menghancurkan amalan sebagaimana cuka menghancurkan madu."
[HR. Ath Thabrani di dalam Al Mu'jam Al Kabir, no. 13646, dihasankan oleh al Albani di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 906.]
Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa seseorang mendatangi Nabi Muhammad sallAllahu 'alaihi wasallam, lalu dia bertanya, "Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling dicintai Allah? Perbuatan apakah yang paling dicintai Allah?", lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,
1. "Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,
2. dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim,
3. atau menjauhkan kesusahan darinya,
4. atau membayarkan hutangnya,
5. atau menghilangkan laparnya.
6. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri'ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan,
7. dan barangsiapa yang menahan amarahnya niscaya Allah menutup aibnya,
8. dan barangsiapa yang menahan murkanya padahal jikalau ia kehendaki untuk melampiaskannya pasti ia lampiaskan niscaya Allah mengisi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat,
9. dan baragsiapa yang berjalan bersama saudaranya muslim untuk sebuah keperluan sampai selesai urusannya niscaya Allah akan tetapkan telapak kakinya pada hari yang tergelincir telapak kaki-telapak kaki,
10. dan sungguh akhlak yang buruk benar-benar akan menghancurkan amalan sebagaimana cuka menghancurkan madu."
[HR. Ath Thabrani di dalam Al Mu'jam Al Kabir, no. 13646, dihasankan oleh al Albani di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 906.]
SyntaxHighlighter
Oke pada kali ini saya akan membahas tentang instalasi
SyntaxHighlighter, jika anda belum tahu apa itu SyntaxHighlighter
silahkan baca
arikel 1 .
Berikut langkah-langkah instalasi SyntaxHighlighter:
1. Anda dapat downloads SyntaxHighlighter
here
secara cuma cuma atau gratis, silahkan pilih yang terbaru.
2. Jika hasil download SyntaxHighlighter dalam bentuk .zip diekstrak dulu.
3. Carilah salah satu web hosting, salah satu contohnya ripway.com
4. Buatlah account pada ripway.com , untuk login.
5. upload file- file seperti di arikel 1 langkah yang ke 2.
6. Berikut gambar file file yang telah terupload di ripway.com

7. Setelah file terupload dengan benar silahkan kunjungi arikel 1 untuk cara penggunaan
SyntaxHighlighter
Sekian dulu ya.. kapan kapan sambung lagi :D
arikel 1 .
Berikut langkah-langkah instalasi SyntaxHighlighter:
1. Anda dapat downloads SyntaxHighlighter
here
secara cuma cuma atau gratis, silahkan pilih yang terbaru.
2. Jika hasil download SyntaxHighlighter dalam bentuk .zip diekstrak dulu.
3. Carilah salah satu web hosting, salah satu contohnya ripway.com
4. Buatlah account pada ripway.com , untuk login.
5. upload file- file seperti di arikel 1 langkah yang ke 2.
6. Berikut gambar file file yang telah terupload di ripway.com

7. Setelah file terupload dengan benar silahkan kunjungi arikel 1 untuk cara penggunaan
SyntaxHighlighter
Sekian dulu ya.. kapan kapan sambung lagi :D
Sunday, February 17, 2013
RSS Graffiti Facebook
Dear All, pada kesempatan hari saya akan memanfaat salah satu aplikasi facebook yaitu RSS Graffiti.
RSS Graffiti adalah aplikasi facebook yang berguna untuk auto posting ke facebook profile, atau agar mudahnya untuk mengepost blog anda keseluruh profile facebook baik group, wall, dll agar blog anda terkenal :d.
berikut cara agar blog anda otomatis terposting di facebook anda :
1. login facebook pada menu bagian kiri pilih RSS Graffiti.
2. jika ada pesan minta izin, di allow aja sampe selesai dan muncul halaman seperti berikut dan klik Add New Publishing Plan.
3. masukkan nama new publishing Plans
4. setelah new publishing Plans terbentuk klik Add New untuk sourcenya, dan masukkan URL blog anda yang akan di publish di FB
5. Mana Terget klik New Target, pilihlah target di mana blog anda akan dipublish entah di group, fanspage atau wall anda. pada contoh berikut saya arahkan ke group FB yang bernama coba.
6. Aktifkan RSS Graffiti dengan meng klik tombol OFF jadi ON, dan tunggu beberapa menit. Perlu waktu agar blog anda terpublish di FB.
7. inilah contoh hasil blog aku yang otomatis terpublish di group. hal ini akan dilakukan secara otomatis tiap kali anda mengupdate blog anda.
Friday, February 15, 2013
PRIORITAS CINTA
Prioritas Cinta menurut al-Qur'an surat At-Taubah 9:24,
1.Allah Swt
2.Rasulullah Saw
3.Jihad
4.Orangtua
5.Anak
6.Saudara
7.PASANGAN HIDUP
8.Keluarga
9.Harta
Perhatikan, Pasangan Hidup ada di urutan ke-7 dan Allah urutan ke-1 !!!
Sudahkan kita seperti ini? Jangan-jangan terbalik ya?!
Maka, Proporisonal lah dalam mencintai.
NASIHAT UNTUK PARA SUAMI
“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang akhlaknya paling baik di antara mereka, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada isteri-isterinya”. [HR. At-Tirmidzi (no. 1162)]
Rasulullah SAW Bersabda, “Pergaulilah istri kalian dengan baik. Sebab mereka tercipta dr. tulang rusuk, bagian tulang rusuk yang bengkok adalah bagian atas. Jika kalian berupaya meluruskannya, bisa jadi malah mematahkannya. Namun jika kalian membiarkannya, ia tetap bengkok. Maka pergaulilah istri kalian dengan baik". (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Ad Darimi, Al Baihaqi & Al Hakim )
NASIHAT UNTUK PARA ISTRI
“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak
memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz binJabal.
Beliau saw bertanya: “Apakah kamu wanita mempunyai suami?”, aku jawab: “Iya”, beliau bertanya: “Bagaimana sikapmu terhadapnya?”, aku jawab: “Aku selalu mengurusinya kecuali yang aku tidak sanggup untuk melaksanakannya”, beliau bersabda: “Perhatikan sikapmu terhadapnya, karena dia adalah surga atau nerakamu”. (HR. Al Hakim)
“Jika seorang wanita benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471)
Jadilah Manusia Surga : Suami Surga & Istri Surga.
1.Allah Swt
2.Rasulullah Saw
3.Jihad
4.Orangtua
5.Anak
6.Saudara
7.PASANGAN HIDUP
8.Keluarga
9.Harta
Perhatikan, Pasangan Hidup ada di urutan ke-7 dan Allah urutan ke-1 !!!
Sudahkan kita seperti ini? Jangan-jangan terbalik ya?!
Maka, Proporisonal lah dalam mencintai.
NASIHAT UNTUK PARA SUAMI
“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang akhlaknya paling baik di antara mereka, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada isteri-isterinya”. [HR. At-Tirmidzi (no. 1162)]
Rasulullah SAW Bersabda, “Pergaulilah istri kalian dengan baik. Sebab mereka tercipta dr. tulang rusuk, bagian tulang rusuk yang bengkok adalah bagian atas. Jika kalian berupaya meluruskannya, bisa jadi malah mematahkannya. Namun jika kalian membiarkannya, ia tetap bengkok. Maka pergaulilah istri kalian dengan baik". (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Ad Darimi, Al Baihaqi & Al Hakim )
NASIHAT UNTUK PARA ISTRI
“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak
memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz binJabal.
Beliau saw bertanya: “Apakah kamu wanita mempunyai suami?”, aku jawab: “Iya”, beliau bertanya: “Bagaimana sikapmu terhadapnya?”, aku jawab: “Aku selalu mengurusinya kecuali yang aku tidak sanggup untuk melaksanakannya”, beliau bersabda: “Perhatikan sikapmu terhadapnya, karena dia adalah surga atau nerakamu”. (HR. Al Hakim)
“Jika seorang wanita benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471)
Jadilah Manusia Surga : Suami Surga & Istri Surga.
Wednesday, January 23, 2013
TETANGGA IDAMAN
TETANGGA IDAMAN
Mengingat besarnya hak tetangga, maka menjadi keharusan agar kita benar-benar memperhatikan etika dan adab bertetangga, bisa disimpulkan dalam empat hak secara garis besar:
1.Tidak mengganggu dan menyakitinya
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti (mengganggu) tetangganya”. (HR. Bukhori)
2.Berbuat baik kepadanya
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berbuat baik ada tetangganya”. (HR. Muslim)
Termasuk berbuat baik pada tetangga adalah bertakziah kala ia tertimpa musibah; mengucapkan selamat dalam moment-moment bahagianya; menjenguknya kala sakit; memulai beruluk salam padanya; selalu menampakkan muka berseri-seri kala berjumpa; dan selalu memberikan berbagai bentuk kebaikan kepadanya.
“Wahai kaum wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga menyepelekan untuk memberi kepada tetangganya, walaupun hanya dengan kikil (kaki) kambing”. (HR. Muslim)
Dan pemberian terhadap tetangga tidak terbatas pada tetangga yang muslim saja. Kala Ibnu Umar menyembelih kambing, ia berkata: “Apakah kalian sudah memberi pemberian (dari kambing ini) kepada tetangga kita yang yahudi?”
3.Memperhatikan kondisi tetangga dan memberikan perlindungan kepadanya
“Seorang yang mukmin bukanlah yang kenyang sementara tetangganya kelaparan”. (HR. Thobroni dan Abu Ya’la)
Dan juga perlu untuk memberi perlindungan kepadanya sesuai dengan kemampuan, baik menyangkut harta tetangga, harga diri, fisiknya, atau hal-hal lainnya.
4.Tabah menanggung gangguan tetangga
Ini juga tak kalah pentingnya; yaitu tak mempersoalkan kesalahan-kesalahan tetangga, cenderung memberinya maaf, terutama bila hal itu dilakukan tanpa unsur kesengajaan. Ini merupakan di antara akhlak yang sungguh menawan.
5. jangan menyakiti atau mengganggu tetangga
hal paling kecil contoh dari menggangu tetangga adalah anda memasak dan baunya sampai ke rumah tetangga sedangkan makannya tidak sampai ke rumah tetangga
Bertetangga dengan baik bukanlah (sekadar) tidak menyakiti, namun bertetangga dengan baik adalah bersabar atas ulah buruknya.
Salam Bertetangga !
Mengingat besarnya hak tetangga, maka menjadi keharusan agar kita benar-benar memperhatikan etika dan adab bertetangga, bisa disimpulkan dalam empat hak secara garis besar:
1.Tidak mengganggu dan menyakitinya
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti (mengganggu) tetangganya”. (HR. Bukhori)
2.Berbuat baik kepadanya
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berbuat baik ada tetangganya”. (HR. Muslim)
Termasuk berbuat baik pada tetangga adalah bertakziah kala ia tertimpa musibah; mengucapkan selamat dalam moment-moment bahagianya; menjenguknya kala sakit; memulai beruluk salam padanya; selalu menampakkan muka berseri-seri kala berjumpa; dan selalu memberikan berbagai bentuk kebaikan kepadanya.
“Wahai kaum wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga menyepelekan untuk memberi kepada tetangganya, walaupun hanya dengan kikil (kaki) kambing”. (HR. Muslim)
Dan pemberian terhadap tetangga tidak terbatas pada tetangga yang muslim saja. Kala Ibnu Umar menyembelih kambing, ia berkata: “Apakah kalian sudah memberi pemberian (dari kambing ini) kepada tetangga kita yang yahudi?”
3.Memperhatikan kondisi tetangga dan memberikan perlindungan kepadanya
“Seorang yang mukmin bukanlah yang kenyang sementara tetangganya kelaparan”. (HR. Thobroni dan Abu Ya’la)
Dan juga perlu untuk memberi perlindungan kepadanya sesuai dengan kemampuan, baik menyangkut harta tetangga, harga diri, fisiknya, atau hal-hal lainnya.
4.Tabah menanggung gangguan tetangga
Ini juga tak kalah pentingnya; yaitu tak mempersoalkan kesalahan-kesalahan tetangga, cenderung memberinya maaf, terutama bila hal itu dilakukan tanpa unsur kesengajaan. Ini merupakan di antara akhlak yang sungguh menawan.
5. jangan menyakiti atau mengganggu tetangga
hal paling kecil contoh dari menggangu tetangga adalah anda memasak dan baunya sampai ke rumah tetangga sedangkan makannya tidak sampai ke rumah tetangga
Bertetangga dengan baik bukanlah (sekadar) tidak menyakiti, namun bertetangga dengan baik adalah bersabar atas ulah buruknya.
Salam Bertetangga !
Indahnya Membangun Ukhuwah
dalam kehidupan sudah pastinya kita membutuhkan teman, tetapi teman yang baik adalah teman yang selalu mengingatkan dalam hal kebaikan.
sebelum memilih teman yang baik sebaiknya mempersiapkan diri untuk tabah terhadap teman yang baik.
memang tidak mudah untuk selalu berada dengan teman yang baik :
a. jika anda bergaul dengan teman yang baik jika ada berbuat salah pasti anda akan diingatkan, misalnya jika sudah waktunya sholat anda tidak segera sholat maka teman yang baik akan mengingatkan agar cepat sholat meskipun anda sedang sibuk sibuknya, dan watak manusia jika diingatkan padahal dia sedang asik dengan sesuatu maka dia akan jengkel. jadi persiapkan diri untuk selalu siap diingatkan oleh teman yang baik.
b. jika hidup ingin cepat hiduplah sendiri, jika ingin bermanfaat bergaulah dengan orang lain, jika ingin lebih bermanfaat jadilah pemimpin yang adil bagi kelompok.
Keutamaan Membaca Alquran
Berikut ini akan kami sebutkan
keutamaan membaca Alquran:
1. Sebaik-baik manusia adalah orang
yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَه
“Sebaik-baik kamu adalah orang
yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hal itu dikarenakan Alquran adalah
firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan
paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah
orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.
2. Alquran adalah sebaik-baik ucapan
Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman:
“Allah telah menurunkan perkataan
yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS.
Az Zumar: 23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
« أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ
الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik
ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad,
seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua
bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)
Imam Syafi’i dan ulama lainnya
berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.
3. Orang yang mahir membaca Alquran
akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ
السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ
فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang lancar membaca
Alquran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang
yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan
mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)
Orang yang tersendat-sendat dalam
membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan
karena telah bersusah payah untuknya.
4. Orang yang membaca Alquran
diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ
الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ
وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا
رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ
الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ
الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ
لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ (البخاري)
“Perumpamaan orang mukmin yang
membaca Alquran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak.
Orang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada
wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah
seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit,
sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti tumbuhan
hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)
5. Alquran akan memberi
syafaat kepada pembacanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ
يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, karena ia akan
datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
6. Membaca satu atau dua ayat
Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ
كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ
بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا
يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى
الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ
وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ » .
“Siapakah di antara kalian yang
suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua
onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali
silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.”
Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid,
lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal itu lebih
baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor
onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai
jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)
7. Rahmat dan ketentraman akan turun
ketika berkumpul membaca Alquran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ
بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ
نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ
الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah berkumpul sebuah kaum
di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya,
kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi
oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di
sisi-Nya.” (HR. Muslim)
8. Karena kemuliaan Alquran, tidak
pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”,
tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ
وكيْتَ بل هو نُسِّيَ
“Janganlah salah seorang di
antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah
dilupakan.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal
itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat
Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”
9. Membaca satu huruf Alquran akan
memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ
اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ
الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu
huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu
kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi
sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif
satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
10. Alquran merupakan tali Allah
Ali bin Abi Thalib berkata, “Alquran
adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan
sebagai hukum di antara kalian. Alquran adalah keputusan
yang serius bukan main-main, barangsiapa meninggalkannya dengan sombong pasti
dibinasakan Allah, barangsiapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti
disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijaksana
dan jalan yang lurus. Dengan Alquran hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan
lisan tidak akan rancu. Paraulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan
mempelajarinya), Alquran tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak
akan habis keajaibannya. Dialah Alquran, di mana jin
tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami
mendengar Alquran yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami
beriman kepadanya”. Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar,
barangsiapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barangsiapa berhukum
dengannya pastilah adil, dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki
ke jalan yang lurus.”
11. Pembaca Alquran akan ditinggikan
derajatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ
وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ
عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
“Akan dikatakan kepada pembaca
Alquran “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah
sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir
ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)
12. Dengan Alquran, Allah
meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا
الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah meninggikan
suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)
Yakni bagi orang yang mempelajari
Alquran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya,
bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan
merendahkannya.
13. Orang yang membaca Alquran
secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ
بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
“Orang yang membaca Alquran
terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang
membaca Alquran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)
Oleh karena itu, bagi orang yang
khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak
khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.
14. Para penghapal Alquran dimuliakan
oleh Islam
Di antara bentuk pemuliaan Islam
kepada mereka adalah:
- Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling
banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Alquran). Jika mereka sama dalam
hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam
pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka
sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat
lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain
dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada
di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR. Muslim)
- Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal
Pada saat perang Uhud banyak para
sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke
liang lahad adalah para penghapal Alquran.
- Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
Oleh karena itu, di zaman Umar bin
Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghapal Alquran duduk di majlis
musyawarahnya.
- Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Imam Tirmidzi meriwayatkan –dan dia
menghasankannya- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk
membacakan Alquran, maka mereka pun membacakan Alquran. Ketika itu ada anak
muda yang ternyata lebih banyak hapalannya, maka Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hapal,
wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al
Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” Ia
menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah ketuanya.”
Ketika itu ada seorang yang
terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku
untuk mempelajari suratAl Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup
mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ،
وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ
بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ،
وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ
عَلَى مِسْكٍ
“Pelajarilah Alquran dan bacalah,
karena perumpamaan Alquran bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya
seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke
setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak
mengamalkannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang berisi
minyak wangi namun terikat.”
15. Tanda cinta kepada Allah adalah
mencintai Alquran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa
yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai
Alquran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan
isnad, di mana para perawinya tsiqah)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau
sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”
Read more about RAMADHAN by www.konsultasisyariah.com
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
Keutamaan Membaca Alquran
Berikut ini akan kami sebutkan keutamaan membaca Alquran:1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.
2. Alquran adalah sebaik-baik ucapan
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS. Az Zumar: 23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ
اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah,
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan
adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah
sesat.” (HR. Muslim)Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.
3. Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ
الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ
عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan
yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan
tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan karena telah bersusah payah untuknya.
4. Orang yang membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ
الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ
الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا
وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ
الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ
لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ (البخاري)
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti
buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak
membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi
rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti
tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit,
sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti
tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)5. Alquran akan memberi syafaat kepada pembacanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)6. Membaca satu atau dua ayat Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى
بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ
كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ
إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ
مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ
مِنَ الإِبِلِ » .
“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari
ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya
tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat
menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak
adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid,
lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal
itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik
daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta
dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)7. Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Alquran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ
يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ
عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ
الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka
membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman
kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan
Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)8. Karena kemuliaan Alquran, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ وكيْتَ بل هو نُسِّيَ
“Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”
9. Membaca satu huruf Alquran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ
حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab
Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan
satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah
mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam
satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)10. Alquran merupakan tali Allah
Ali bin Abi Thalib berkata, “Alquran adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan sebagai hukum di antara kalian. Alquran adalah keputusan yang serius bukan main-main, barangsiapa meninggalkannya dengan sombong pasti dibinasakan Allah, barangsiapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. Dengan Alquran hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan lisan tidak akan rancu. Paraulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan mempelajarinya), Alquran tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak akan habis keajaibannya. Dialah Alquran, di mana jin tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami mendengar Alquran yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman kepadanya”. Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar, barangsiapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barangsiapa berhukum dengannya pastilah adil, dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki ke jalan yang lurus.”
11. Pembaca Alquran akan ditinggikan derajatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ
كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ
آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
“Akan dikatakan kepada pembaca Alquran “Bacalah dan naiklah (ke
derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu
mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang
kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)12. Dengan Alquran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)Yakni bagi orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.
13. Orang yang membaca Alquran secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
“Orang yang membaca Alquran terang-terangan seperti orang yang
bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Alquran secara
tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.
14. Para penghapal Alquran dimuliakan oleh Islam
Di antara bentuk pemuliaan Islam kepada mereka adalah:
- Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam
- Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal
- Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
- Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari suratAl Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ
الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ
مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ
تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ
عَلَى مِسْكٍ
“Pelajarilah Alquran dan bacalah, karena perumpamaan Alquran bagi
orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang
penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat,
dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak
mengamalkannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang
berisi minyak wangi namun terikat.”15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Alquran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Alquran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan isnad, di mana para perawinya tsiqah)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”
Keutamaan Membaca Alquran
Berikut ini akan kami sebutkan keutamaan membaca Alquran:1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.
2. Alquran adalah sebaik-baik ucapan
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS. Az Zumar: 23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ
اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah,
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan
adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah
sesat.” (HR. Muslim)Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.
3. Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ
الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ
عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan
yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan
tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan karena telah bersusah payah untuknya.
4. Orang yang membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ
الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ
الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا
وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ
الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ
لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ (البخاري)
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti
buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak
membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi
rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti
tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit,
sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti
tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)5. Alquran akan memberi syafaat kepada pembacanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)6. Membaca satu atau dua ayat Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى
بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ
كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ
إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ
مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ
مِنَ الإِبِلِ » .
“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari
ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya
tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat
menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak
adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid,
lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal
itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik
daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta
dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)7. Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Alquran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ
يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ
عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ
الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka
membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman
kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan
Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)8. Karena kemuliaan Alquran, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ وكيْتَ بل هو نُسِّيَ
“Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”
9. Membaca satu huruf Alquran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ
حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab
Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan
satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah
mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam
satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)10. Alquran merupakan tali Allah
Ali bin Abi Thalib berkata, “Alquran adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan sebagai hukum di antara kalian. Alquran adalah keputusan yang serius bukan main-main, barangsiapa meninggalkannya dengan sombong pasti dibinasakan Allah, barangsiapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. Dengan Alquran hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan lisan tidak akan rancu. Paraulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan mempelajarinya), Alquran tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak akan habis keajaibannya. Dialah Alquran, di mana jin tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami mendengar Alquran yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman kepadanya”. Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar, barangsiapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barangsiapa berhukum dengannya pastilah adil, dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki ke jalan yang lurus.”
11. Pembaca Alquran akan ditinggikan derajatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ
كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ
آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
“Akan dikatakan kepada pembaca Alquran “Bacalah dan naiklah (ke
derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu
mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang
kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)12. Dengan Alquran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)Yakni bagi orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.
13. Orang yang membaca Alquran secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
“Orang yang membaca Alquran terang-terangan seperti orang yang
bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Alquran secara
tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.
14. Para penghapal Alquran dimuliakan oleh Islam
Di antara bentuk pemuliaan Islam kepada mereka adalah:
- Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam
- Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal
- Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
- Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari suratAl Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ
الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ
مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ
تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ
عَلَى مِسْكٍ
“Pelajarilah Alquran dan bacalah, karena perumpamaan Alquran bagi
orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang
penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat,
dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak
mengamalkannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang
berisi minyak wangi namun terikat.”15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Alquran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Alquran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan isnad, di mana para perawinya tsiqah)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”
Subscribe to:
Posts (Atom)






