Anak adalah mutiara dunia, setiap orang tua pasti mendambakan anak yang sholih atau sholihah. agar anak menjadi sholih atau sholihah diperlukan pendidikan yang baik. sebelum membicarakn tentang anak berikut adalah syarat menjadi ayah dari anak yang sholih atau sholihah :
1. mencari ummi atau calon ibu dari anak - anak, untuk menghasilkan benih yang bagus harus mencari calon ibu yang baik juga.
2. memberi nafkah yang halal dan baik
3. memberi nama yang baik
4. menikahkan anak
cara menasehati anak yang masih kecil di bawah 11 tahun :
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ:
اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا
سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ،
وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ
بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ،
وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ
إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ
وَجَفَّتِ الصُّحُفِ
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ
تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي
الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ،
وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ
الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ
يُسْراً].
Dari Abul Abbas bin Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma dia
berkata: Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam maka beliau bersabda, “Hai anak muda, aku
akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya
engkau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada
Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada
Allah. Dan ketahuilah, sesungguhnya seandainya umat ini bersatu untuk
memberikan suatu kemanfaatan kepadamu, maka mereka tidak akan dapat
memberinya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Dan
seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan suatu kemudharatan
kepadamu, maka mereka tidak dapat mendatangkannya, kecuali dengan
sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan
lembaran-lembaran telah mengering.”[1] (HR. Tirmidzi, dan ia mengatakan: Hadits Hasan)
Hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma ini mengandung beberapa faedah:
1. Kelembutan Rasulullah kepada orang yang lebih muda, yang mana
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Nak, sesungguhnya aku
akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat.”
2. Orang yang hendak mengucapkan ucapan yang penting, seyogyanya
mengawali ucapannya dengan ucapan yang akan menarik perhatiannya, di
mana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Nak,
sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat.”
3. Barangsiapa menjaga Allah, maka Allah akan menjaganya, berdasarkan
sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jagalah Allah, maka Dia
akan menjagamu.”
4. Barangsiapa melalaikan Allah, -maksudnya melalaikan agama Allah-,
maka Allah akan melalaikannya dan tidak akan menjaganya. Allah subhanahu
wata’ala berfirman,
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu
Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah
orang-orang yang fasik.” (Al Hasyr: 19)
5. Barangsiapa menjaga Allah, maka Allah akan memberiakn hidayah dan
bimbingan kepadanya pada perkara-perkara yang mengandung kebaikan. Dan
di antara konsekuensi penjagaan Allah bagi seseorang adalah Allah akan
menghindarkan kejelakan darinya, karena sabdanya, “Jagalah Allah,
niscaya kamu akan dapati Dia di hadapanmu.”
6. Jika seseorang membutuhkan bantuan, hendaknya dia meminta bantuan
kepada Allah. Tetapi tidak mengapa ia meminta bantuan kepada selainNya,
dari siapa saja yang dapat memberikan bantuan kepadanya, berdasarkan
sabdanya, “Engkau membantu seseorang pada tunggangannya, lalu engkau
mengangkat orang tersebut ke atas kendaraannya, atau mengangkatkan
barang-barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah.” [3]
7. Umat ini tidak akan sanggup memberikan manfaat kepada seorang pun
kecuali jika Allah telah menetapkannya. Dan mereka tidak akan sanggup
memberikan kemudharatan kepada seorang pun juga, kecuali Allah telah
menetapkan hal itu untuknya.
8. Wajib bagi seseorang untuk menggantungkan harapan kepada Allah dan
tidak menoleh kepada makhluk, karena para makhluk tidak memiliki
kemudharatan dan kemanfaatan baginya.
9. Segala sesuatu telah ditetapkan kesudahannya. Dan telah valid
hadits dari Nabi bahwa Allah telah menentukan takdir seluruh makhluknya
lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. [4]
10. Dalam riwayat lain, bahwa jika manusia mengenal Allah dengan
jalan menaatinya, ketika ia berada dalam keadaan sehat dan lapang, maka
Allah akan mengenalinya di saat ia dalam keadaan susah, mengasihinya,
menolongnya, dan menghilangkan kesulitannya.
11. Jika Allah telah menetapkan sesuatu bagi seseorang, maka hal itu
tidak akan meleset (lepas) darinya. Dan jika Allah tidak menakdirkan
sesuatu kepadanya, maka hal itu tidak akan mengenainya.
12. Kabar gembira yang begitu besar bagi orang-orang yang sabar dan
sesungguhnya kemenangan itu berjalan seiring dengan kesabaran.
13. Kabar gembira juga bahwa dilepaskannya kesulitan dan
dihilangkannya kesempitan, berhubungan dengan kesempitan. Setiap kali
seseorang merasakan kesulitan, maka Allah akan melepaskannya dari
kesulitan tersebut.
14. Kabar gembira yang begitu besar, bahwa jika seseorang tertimpa
suatu kesulitan, hendaknya ia menanti kemudahan. Allah telah menyebutkan
hal ini di dalam Al ur’an,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6)
15. Jika engkau ditimpa berbagai kesulitan, maka bersandarlah kepada
Allah sambil menanti kemudahan dariNya dan membenarkan janjiNya.
Cara menasehati anak yang remaja yaitu dengan cara diajak untuk berfikir :
“Dalam hadits Bukhari, diterangkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw
menepuk pundak ibnu umar seraya berkata,”ketika engkau berada di sore
hari, jangan menanti datangnya pagi. Ketika engkau berada di pagi hari,
janganlah menunggu datangnya petang. Manfaatkanlah sehatmu untuk sakitmu
dan pergunakan hidupmu untuk matimu.”
hadist ini mengisyaratkan tata cara rosullulloh menasehati anak yang remaja yaitu dengan menepuk pundak sebagai isyarat kedekatan kemudian remaja tersebut diajak untuk berfikir tentang nasehat yang diberikan oleh rosululloh. begitupula untuk menasehati anak yang beranjak dewasa yang masih idealis, cara menasehatinya harus pelan dan diajak untuk berfikir.
Pembentukan karakter anak
Karakter anak berawal dari informasi, dari informasi membentuk persepsi, dari persepsi muncullah tindakan, dari tindakan yang berulang ulang jadilah kebiasaan, dan dari kebiasaan jadilah karakter.
jadi saat masih kecil peran orang tua untuk memberikan informasi yang baik sangatlah diperlukan untuk membentuk karakter anak yang baik.
Cara mendidik anak untuk orang tua yang sibuk :
a. menitipkan anak ke orang yang terpercaya
b. menitipkan anak keorang yang keimanannya sangat bagus
c. memberi control yang tegas terhadap anak, jadi jangan memberikan excuse, terhadap anak yang melanggar aturan.
d. jangan terlalau memanjakan anak. misalnya dahulu umar bin abdul aziz waktu masih remeja telat sholat berjamaah, kemudian ditanya sama bapaknya, 'kenapa telat sholat berjamaah ? umar bin abdul aziz menjawa karena menyisir rambutnya. lalu ayah umar menyururh umar untuk menggundul rambutnya'.
http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/07/06/penjelasan-hadits-arbain-imam-an-nawawi-kesembilan-belas-pengawasan-allah-dan-penjagaannya/
Monday, October 15, 2012
Thursday, October 4, 2012
Tarawih, tahajud, qiyamullail, qiyamurramadan itu shalat yg sama beda nama saja
Tarawih, tahajud, qiyamullail, qiyamurramadan itu shalat yg sama beda nama saja
Yg ada setelah witir
BACAAN SETELAH SALAM SHALAT WITIR
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ[رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ] (3× يجهر بها ويمد بها صوته يقول)
Subhaanal malikil qudduusi (rabbul malaaikati warruh) tiga kali, sedang yang ketiga, beliau membacanya dengan suara keras dan panjang.
---------------------------------
HR. An-Nasai 3/244, Ad-Daruquthni dan beberapa imam hadis yang lain. Sedang kalimat antara dua tanda kurung adalah tambahan menurut riwayatnya 2/31. Sanadnya shahih, lihat Zadul Maad yang ditahqiq oleh Syuaib Al-Arnauth dan Abdul Qadir Al-Arnauth 1/337.
Yg ada setelah witir
BACAAN SETELAH SALAM SHALAT WITIR
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ[رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ] (3× يجهر بها ويمد بها صوته يقول)
Subhaanal malikil qudduusi (rabbul malaaikati warruh) tiga kali, sedang yang ketiga, beliau membacanya dengan suara keras dan panjang.
---------------------------------
HR. An-Nasai 3/244, Ad-Daruquthni dan beberapa imam hadis yang lain. Sedang kalimat antara dua tanda kurung adalah tambahan menurut riwayatnya 2/31. Sanadnya shahih, lihat Zadul Maad yang ditahqiq oleh Syuaib Al-Arnauth dan Abdul Qadir Al-Arnauth 1/337.
SYARAT TAUBAT : TAUBATAN NASHUHA
SYARAT TAUBAT : TAUBATAN NASHUHA
Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah seraya berpaling dari jalan orang-orang yg dimurkai dan orang-orang yg sesat. Taubatan Nasuha adalah Taubat Total.
☑ SYARAT TAUBAT
-Menyesali perbuatannya
-Menjauhkan diri dari perbuatan dosa lagi
-Tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa
☑ AMALAN TAUBAT
- Rasulullah biasa berdzikir "astaghfirullah wa atubu ilaihi" 70x atau 100 x setiap harinya
- Perbanyak shalat / shaum sunnah serta sedekah
- Tidak ada shalat Taubat atau Ibadah-ibadah lain terkait dengan Taubat, seperti mandi taubat dll
☑ DALIL DALILNYA
Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Saya mendengar dari Rasulullah SAW, bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.” (HR. Bukhari)
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali”. (HR. Muslim)
☑ Ciri-ciri Taubat yang diterima :
-Setelah melakukan taubat, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya
-Takut akan azab Allah
-Menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi
☑ TAUBAT RASUL
Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw adalah orang yg paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau adalah ma'shum, yaitu orang yg telah diampuni dosa yg telah lalu dan akan. datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,
“...Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yg telah lalu dan yg akan datang serta menyempurnakan. ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yg lurus.” (Qs. Al Fath: 1-2)
Aisyah ra berkata,
“Rasulullah saw terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yg telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah saw mengatakan, ‘Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yg bersyukur’”. (HR. Muslim 7304)
sumber :
http://www.facebook.com/#!/messages/?action=read&tid=id.243893175632454
Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah seraya berpaling dari jalan orang-orang yg dimurkai dan orang-orang yg sesat. Taubatan Nasuha adalah Taubat Total.
☑ SYARAT TAUBAT
-Menyesali perbuatannya
-Menjauhkan diri dari perbuatan dosa lagi
-Tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa
☑ AMALAN TAUBAT
- Rasulullah biasa berdzikir "astaghfirullah wa atubu ilaihi" 70x atau 100 x setiap harinya
- Perbanyak shalat / shaum sunnah serta sedekah
- Tidak ada shalat Taubat atau Ibadah-ibadah lain terkait dengan Taubat, seperti mandi taubat dll
☑ DALIL DALILNYA
Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Saya mendengar dari Rasulullah SAW, bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.” (HR. Bukhari)
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali”. (HR. Muslim)
☑ Ciri-ciri Taubat yang diterima :
-Setelah melakukan taubat, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya
-Takut akan azab Allah
-Menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi
☑ TAUBAT RASUL
Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw adalah orang yg paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau adalah ma'shum, yaitu orang yg telah diampuni dosa yg telah lalu dan akan. datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,
“...Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yg telah lalu dan yg akan datang serta menyempurnakan. ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yg lurus.” (Qs. Al Fath: 1-2)
Aisyah ra berkata,
“Rasulullah saw terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yg telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah saw mengatakan, ‘Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yg bersyukur’”. (HR. Muslim 7304)
sumber :
http://www.facebook.com/#!/messages/?action=read&tid=id.243893175632454
BACAAN TAUBAT RASUL
Kajian Tematis al-Qur'an & as-Sunnah # 475
1. Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan bahwa jika kami menghitung dzikir Rasulullah saw, beliau mengucapkan,
رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
‘Robbigfirliy wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim’
"Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang] sebanyak 100 kali". (HR. Abu Daud)
2. Nabi saw bersabda, "Barangsiapa yg mengucapkan, 'Astaghfirullahal'adzim alladzii laailahailla huwalhayyul qayuum wa atuubu ilaihi', maka Allah akan mengampuni dosanya". (HR. Abu Dawud 1517, Tirmidzi 3577)
3. Aisyah ra berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah saw (ketika menjelang kematiannya) sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَأَلْحِقْنِى بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang sholih.” (HR. Bukhari no. 5674. Lihat Al Muntaqho Syar Al Muwatho’)
Jumlah terbanyak dari dzikirdzikir Nabi adalah seratus dipagi hari dan seratus disore hari. Bacaan zikir Pagi dan Petang sesuai sunnah Insya Allah akan dikaji nanti).
Sedangkan riwayat yg menyebutkan sampai seribu kali bahkan lebih dari itu adalah munkar, karena haditsnya dhaif (Silsilah al-haadiits adh-dha'iifah no. 5296)
Jadi lihatlah kehidupan Nabi saw yg setiap waktunya selalu diisi dgn istighfar bahkan sampai akhir hayat hidupnya pun beliau tidak lepas dari amalan tsb.
sumber :
http://www.facebook.com/#!/messages/?action=read&tid=id.243893175632454
1. Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan bahwa jika kami menghitung dzikir Rasulullah saw, beliau mengucapkan,
رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
‘Robbigfirliy wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim’
"Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang] sebanyak 100 kali". (HR. Abu Daud)
2. Nabi saw bersabda, "Barangsiapa yg mengucapkan, 'Astaghfirullahal'adzim alladzii laailahailla huwalhayyul qayuum wa atuubu ilaihi', maka Allah akan mengampuni dosanya". (HR. Abu Dawud 1517, Tirmidzi 3577)
3. Aisyah ra berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah saw (ketika menjelang kematiannya) sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَأَلْحِقْنِى بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang sholih.” (HR. Bukhari no. 5674. Lihat Al Muntaqho Syar Al Muwatho’)
Jumlah terbanyak dari dzikirdzikir Nabi adalah seratus dipagi hari dan seratus disore hari. Bacaan zikir Pagi dan Petang sesuai sunnah Insya Allah akan dikaji nanti).
Sedangkan riwayat yg menyebutkan sampai seribu kali bahkan lebih dari itu adalah munkar, karena haditsnya dhaif (Silsilah al-haadiits adh-dha'iifah no. 5296)
Jadi lihatlah kehidupan Nabi saw yg setiap waktunya selalu diisi dgn istighfar bahkan sampai akhir hayat hidupnya pun beliau tidak lepas dari amalan tsb.
sumber :
http://www.facebook.com/#!/messages/?action=read&tid=id.243893175632454
SAYYIDUL ISTIGHFAR
Kajian Tematis al-Qur'an & as-Sunnah # 476
Bacaan istighfar yg paling sempurna adalah penghulu istighfar disebut juga Sayyidul Istighfar.
BACAANNYA :
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana‘
abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min
sumber
http://www.facebook.com/#!/messages/?action=read&tid=id.243893175632454
Bacaan istighfar yg paling sempurna adalah penghulu istighfar disebut juga Sayyidul Istighfar.
BACAANNYA :
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana‘
abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min
sumber
http://www.facebook.com/#!/messages/?action=read&tid=id.243893175632454
Sunday, September 30, 2012
Kisah Idris Ayah imam syafi'i
Pada zaman dahulu ada seorang pemuda pengembara bernama Idris, adalah
seorang pengembara yang soleh dan taat kepada Allah. Hutan, gunung
serta padang pasir telah dilalui dalam pengembaraannya.
Suatu ketika disaat Idris sedang menyusuri sebuah sungai. Dia merasa dahaga yang tiada terhingga, karena hari memang sangat panas sekali. Idris pun kemudian berhenti dipinggir sungai untuk minum dan mencuci mukanya. “Alhamdulillah….. terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan keselamatan kepadaku dengan air sungai ini”. Tiba-tiba Idris melihat sesuatu mengapung-apung disungai menuju kearahnya. Tanpa berfikir panjang Idris pun kemudian mencebur dan mengambilnya yang ternyata adalah sebuah apel. “Ini mungkin rizki untukku”. Idris kemudian memakan apel itu. Tetapi disaat apel itu termakan hampir habis, Idris teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Kalau ada buah apel terjatuh, berarti disekitar sini ada sebuah kebun. Dan bila ada sebuah kebun, mungkin kebun itu ada yang memiliki. Ya Allah Ampunilah hambamu yang telah memakan buah ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya. Sebaiknya aku mencari dimana pemilik kebun dari buah ini.
Idrispun kemudian menyusuri sungai itu tanpa merasa letih. Dan benarlah, ternyata diujung sebuah hulu sungai ada sebuah kebun apel yang sangat luas. Idris kemudian mendatangi kebun itu dan mencari pemiliknya. Disaat Idris sedang mencari tiba-tiba seorang kakek mengejutkannya.
“Assalamu’alaikum. Sedang mencari apa gerangan anak muda?”
“Waalaikumussalam… Apakah bapak tau siapa pemilik kebun anggur ini?”
“Sayalah pemiliknya. Kenapa ?
“Jadi, jadi pemilik kebun ini adalah bapak sendiri. Oh.. Kebetulan sekali. Saya minta maaf karena saya telah memakan sebuah apel yang saya duga berasal dari kebun bapak”.
“Dimana engkau menemukannya anak muda?” tanya kakek itu.
“Disebuah sungai disaat saya sedang minum dan membasuh muka saya”.
Kakek Pemilik kebun apel itu terdiam dan menatap mata Idris dengan tajam. Idrispun kemudian berkata, “Maafkanlah saya pak, saya siap menerima hukuman apapun dari bapak. Apapun hukumannya, asalkan bapak memaafkan saya”.
“Ya, ya ya…. Kalau begitu kau akan menerima hukuman dariku”. Kata kakek itu seraya terus menatap tajam mata Idris.
“Silahkan kek, apa hukuman yang akan aku terima ?”
“Kau harus membersihkan kebunku selama satu bulan penuh”
“Baiklah kek, saya akan menjalankan hukuman itu dengan ikhlas karena Allah” Kata Ahmad sabar.
Demikianlah, berhari-hari Idris membersihkan kebun apel itu dengan rajin dan senang. Dia berharap dapat menghapus kesalahan yang telah dilakukannya. Hingga tidak terasa satu bulan penuh Idris telah menjalankan hukuman. Idrispun kemudian mendatangi pemilik kebun itu.
“Saya telah menjalankan hukuman untuk membersihkan kebun selama satu bulan penuh. Dan hari ini adalah hari yang terakhir, Apakah ada hukuman lain untuk menebus kesalahan saya?” Tanya Idris.
“Ada. Aku mempunyai seorang anak gadis bernama Rokayah. Dia buta, tuli, bisu dan lumpuh. Kau harus menikahinya. Jawab Kakek pemilik kebun
Bukan cuman terkejut, Idris pun gemetar. Tubuhnya berkeringat. Karena Idris berfikir begitu berat ujian dan hukuman yang dia terima. pemilik kebun itupun bertanya.
“Kenapa, apakah kau tidak bersedia?” tanya pemilik kebun itu membuat Idris berfikir. Tidak lama kemudian Idris dapat menguasai diri. Dia yakin apabila pemilik kebun tidak memaafkannya, maka Allah pun tidak akan memaafkan kesalahannya yang telah memakan apel yang bukan miliknya.
“Baiklah, saya akan penuhi. Saya ikhlas karena Allah untuk menikahi anak kakek. Jawab Idris.
Dengan kesabaran dan keikhlasan Idris pun kemudian menikahi gadis pemilik kebun apel. Disaat usai pernikahan, Idris hendak memasuki kamar pengantin yang didalamnya telah menunggu gadis pemilik kebun apel
“Assalamu’alaikum”…. Ucap Idris seraya membuka tirai kamar.
“Wa’alaikummussalam, Silahkan masuk. Aku telah menunggu sedari tadi” Seorang gadis menjawab dari dalam kamar
Idris terkejut bukan kepalang mendengar jawaban itu.
“Oh, maafkan saya. Mungkin saya salah memasuki kamar ini. Sebenarnya saya mencari gadis bernama Rokayah. Dia anak pemilik kebun apel”. Kata Idris bingung.
“Sayalah yang engkau cari”. Jawab gadis itu
“Oh tidak…. Tidak mungkin”.
Idris pun berlalu dengan tergesa meninggalkan gadis itu dan menemui pemilik kebun.
“Sebelumnya maafkan saya yang telah lancang memasuki sebuah kamar seorang gadis cantik. Tapi… dimanakah sebenarnya kamar Rokayah istri saya?” Tanya Idris.
“Kau tidak salah. Yang kau masuki memang kamar rokayah anakku satu-satunya. Dan yang didalam kamar memang anakku. Dialah rokayah”.
“Tetapi kenapa saya tidak melihat dia buta, tuli, bisu dan lumpuh?” Tanya Idris.
“Anakku….. Rokayah memang buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tapi yang aku maksud dia buta, karena dia tidak pernah menggunakan kedua matanya untuk melihat hal-hal yang buruk. Dia tuli, karena telinganya tidak pernah digunakan untuk mendengarkan pembicaraan-pembicaraan yang buruk. Dia bisu, karena dia tidak pernah menggunakan mulutnya untuk berbicara kotor. Dan dia lumpuh, karena dia tidak pernah berjalan ketempat-tempat maksiat. Sekarang segeralah kau kembali kekamarnya. Temuilah dia yang sekarang menjadi istrimu”.
Betapa bahagia Idris yang ternyata mendapatkan seorang istri yang bukan cantik jelita, namun seorang gadis yang beriman dan taat kepada Allah.
Sehingga lahirlah Muhammad bin Idris asy-Syafi`i dari buah perkawinan mereka berdua.
sumber :
http://noorx.wordpress.com/2011/02/19/ayah-imam-syafii-dan-apel/
Suatu ketika disaat Idris sedang menyusuri sebuah sungai. Dia merasa dahaga yang tiada terhingga, karena hari memang sangat panas sekali. Idris pun kemudian berhenti dipinggir sungai untuk minum dan mencuci mukanya. “Alhamdulillah….. terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan keselamatan kepadaku dengan air sungai ini”. Tiba-tiba Idris melihat sesuatu mengapung-apung disungai menuju kearahnya. Tanpa berfikir panjang Idris pun kemudian mencebur dan mengambilnya yang ternyata adalah sebuah apel. “Ini mungkin rizki untukku”. Idris kemudian memakan apel itu. Tetapi disaat apel itu termakan hampir habis, Idris teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Kalau ada buah apel terjatuh, berarti disekitar sini ada sebuah kebun. Dan bila ada sebuah kebun, mungkin kebun itu ada yang memiliki. Ya Allah Ampunilah hambamu yang telah memakan buah ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya. Sebaiknya aku mencari dimana pemilik kebun dari buah ini.
Idrispun kemudian menyusuri sungai itu tanpa merasa letih. Dan benarlah, ternyata diujung sebuah hulu sungai ada sebuah kebun apel yang sangat luas. Idris kemudian mendatangi kebun itu dan mencari pemiliknya. Disaat Idris sedang mencari tiba-tiba seorang kakek mengejutkannya.
“Assalamu’alaikum. Sedang mencari apa gerangan anak muda?”
“Waalaikumussalam… Apakah bapak tau siapa pemilik kebun anggur ini?”
“Sayalah pemiliknya. Kenapa ?
“Jadi, jadi pemilik kebun ini adalah bapak sendiri. Oh.. Kebetulan sekali. Saya minta maaf karena saya telah memakan sebuah apel yang saya duga berasal dari kebun bapak”.
“Dimana engkau menemukannya anak muda?” tanya kakek itu.
“Disebuah sungai disaat saya sedang minum dan membasuh muka saya”.
Kakek Pemilik kebun apel itu terdiam dan menatap mata Idris dengan tajam. Idrispun kemudian berkata, “Maafkanlah saya pak, saya siap menerima hukuman apapun dari bapak. Apapun hukumannya, asalkan bapak memaafkan saya”.
“Ya, ya ya…. Kalau begitu kau akan menerima hukuman dariku”. Kata kakek itu seraya terus menatap tajam mata Idris.
“Silahkan kek, apa hukuman yang akan aku terima ?”
“Kau harus membersihkan kebunku selama satu bulan penuh”
“Baiklah kek, saya akan menjalankan hukuman itu dengan ikhlas karena Allah” Kata Ahmad sabar.
Demikianlah, berhari-hari Idris membersihkan kebun apel itu dengan rajin dan senang. Dia berharap dapat menghapus kesalahan yang telah dilakukannya. Hingga tidak terasa satu bulan penuh Idris telah menjalankan hukuman. Idrispun kemudian mendatangi pemilik kebun itu.
“Saya telah menjalankan hukuman untuk membersihkan kebun selama satu bulan penuh. Dan hari ini adalah hari yang terakhir, Apakah ada hukuman lain untuk menebus kesalahan saya?” Tanya Idris.
“Ada. Aku mempunyai seorang anak gadis bernama Rokayah. Dia buta, tuli, bisu dan lumpuh. Kau harus menikahinya. Jawab Kakek pemilik kebun
Bukan cuman terkejut, Idris pun gemetar. Tubuhnya berkeringat. Karena Idris berfikir begitu berat ujian dan hukuman yang dia terima. pemilik kebun itupun bertanya.
“Kenapa, apakah kau tidak bersedia?” tanya pemilik kebun itu membuat Idris berfikir. Tidak lama kemudian Idris dapat menguasai diri. Dia yakin apabila pemilik kebun tidak memaafkannya, maka Allah pun tidak akan memaafkan kesalahannya yang telah memakan apel yang bukan miliknya.
“Baiklah, saya akan penuhi. Saya ikhlas karena Allah untuk menikahi anak kakek. Jawab Idris.
Dengan kesabaran dan keikhlasan Idris pun kemudian menikahi gadis pemilik kebun apel. Disaat usai pernikahan, Idris hendak memasuki kamar pengantin yang didalamnya telah menunggu gadis pemilik kebun apel
“Assalamu’alaikum”…. Ucap Idris seraya membuka tirai kamar.
“Wa’alaikummussalam, Silahkan masuk. Aku telah menunggu sedari tadi” Seorang gadis menjawab dari dalam kamar
Idris terkejut bukan kepalang mendengar jawaban itu.
“Oh, maafkan saya. Mungkin saya salah memasuki kamar ini. Sebenarnya saya mencari gadis bernama Rokayah. Dia anak pemilik kebun apel”. Kata Idris bingung.
“Sayalah yang engkau cari”. Jawab gadis itu
“Oh tidak…. Tidak mungkin”.
Idris pun berlalu dengan tergesa meninggalkan gadis itu dan menemui pemilik kebun.
“Sebelumnya maafkan saya yang telah lancang memasuki sebuah kamar seorang gadis cantik. Tapi… dimanakah sebenarnya kamar Rokayah istri saya?” Tanya Idris.
“Kau tidak salah. Yang kau masuki memang kamar rokayah anakku satu-satunya. Dan yang didalam kamar memang anakku. Dialah rokayah”.
“Tetapi kenapa saya tidak melihat dia buta, tuli, bisu dan lumpuh?” Tanya Idris.
“Anakku….. Rokayah memang buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tapi yang aku maksud dia buta, karena dia tidak pernah menggunakan kedua matanya untuk melihat hal-hal yang buruk. Dia tuli, karena telinganya tidak pernah digunakan untuk mendengarkan pembicaraan-pembicaraan yang buruk. Dia bisu, karena dia tidak pernah menggunakan mulutnya untuk berbicara kotor. Dan dia lumpuh, karena dia tidak pernah berjalan ketempat-tempat maksiat. Sekarang segeralah kau kembali kekamarnya. Temuilah dia yang sekarang menjadi istrimu”.
Betapa bahagia Idris yang ternyata mendapatkan seorang istri yang bukan cantik jelita, namun seorang gadis yang beriman dan taat kepada Allah.
Sehingga lahirlah Muhammad bin Idris asy-Syafi`i dari buah perkawinan mereka berdua.
sumber :
http://noorx.wordpress.com/2011/02/19/ayah-imam-syafii-dan-apel/
Tuesday, July 17, 2012
Alloh selalu memberi di butuhkan
Sebagai manusia pernahkah anda bermimpi, berandai andai dan membayangkan yang nikmat nikmat. Seandainya terlhahir sebagai orang kaya, terlahir dengan otak yang pandai, diberi rejeki oleh allah yang banyak, itulah manusia. tapi satu yang perlu diingat bahwa alloh selalu baik dengan kita, ALLOH MEMBERI APA YANG DIBUTUHKAN BUKAN YANG KITA INGINKAN BAIK REJEKI JODOH DLL. Ingatlah tidak semua apa yang kita inginkan itu baik untuk kita, dan apa yang menurut kita tidak sesuai dengan keinginkan itu jelek.
Subscribe to:
Posts (Atom)