Tuesday, January 22, 2013

HISAPAN OMBAK ANEH PANTAI PARANGTRITIS YOGYAKARTA DIBUKTIKAN SECARA ILMIAH

HISAPAN OMBAK ANEH PANTAI PARANGTRITIS YOGYAKARTA
DIBUKTIKAN SECARA ILMIAH

Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.

Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.

Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang. “Bisa dibayangkan kekuatan seret arus balik beberapa kali lebih kuat dari terpaan ombak datang. Wisatawan yang tidak waspada dapat dengan mudah hanyut,” demikian papar Nyoman, Selasa (3/2) di Yogyakarta.
Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik.

Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.
Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat. “Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan,” lanjutnya.

Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, melanjutkan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. “Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi,” ujar Djati.
Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong.

by : Widya Wicaksana
sumber: Bantul News Update

Sunday, November 25, 2012

Sholat malam pertama

Dianjurkan bagi penganti baru, untuk memulai malam pertama-nya dengan salat dua rakaat berjamaah. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah:
Dalil pertama
Dari Abu Said beliau mengatakan,
Saya menikahi seorang wanita, ketika saya masih sebagai budak. Kemudian saya mengundang beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara mereka ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzifah radhiallahu’anhum. Lalu tibalah waktu salat, Abu Dzar bergegas untuk mengimami salat. Tetapi mereka mengatakan ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzar) berkata, ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar!’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka salat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku
إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك
“Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua salat dua rakaat. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kalian berdua.” (HR. Ibnu Abi Syaibah Al-Mushannaf no. 29733 dan dishahihkan Al-Albani)
Dalil kedua,
Dari Syaqiq, beliau mengatakan:
Ada seseorang yang bernama Abu Hariz mengatakan, “Saya menikahi seorang perawan yang masih muda, dan saya khawatir dia akan membenciku. Kemudian Ibnu Mas’ud memberi nasihat,
إن الإلف من الله والفرك من الشيطان يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم فإذا أتتك فأمرها أن تصلي وراءك ركعتين
“Sesungguhnya kasih sayang itu dari Allah dan kebencian itu dari setan untuk membenci sesuatu yang dihalalkan Allah kepadamu. Jika isterimu datang kepadamu, perintahkanlah istrimu untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakangmu. Lalu ucapkanlah,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ بِخَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.”(Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf no. 17156 dan dishahihkan Al-Albani).

Tata caranya shalat sebelum malam pertama:

  1. Tata cara salat dua rakaat ketika malam pertama sama dengan tata cara salat biasa.
  2. Suami menjadi imam bagi istrinya.
  3. Bacaan salat boleh dikeraskan.
  4. Tidak ada anjuran untuk membaca surat atau ayat tertentu.
  5. Tidak ada doa khusus, selain doa di atas dan dibaca setelah salat.
sumber : http://www.konsultasisyariah.com/sebelum-malam-pertama/

Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar

1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena  Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.
2. Dalam Mandi Junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh
tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di
 seluruh tubuh kita.
3. Mandi Junub dimulai dengan:
 Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing
 tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan
itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan
mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.
6. Setelah itu berwudlu’ sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.
7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan
menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala
dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita
sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka
mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.

sumber : http://ariepinoci.blogspot.com/2012/06/tata-cara-mandi-wajib-yang-benar.htm

Menjamak Sholat

Sholat itu hukumnya wajib orang muslim. sholat sholat itu telah ditentukan waktunya sebagaimana di dalam surat An-Nisa:103.

Batas waktu sholat :
a. waktu zuhur. masuk waktu zuhur jika matahari sudah tergelincir atau bayang bayang benda kelihatan condong. batas waktu zuhur sampai masuk waktu asar.
b. waktu asar : masuk waktu azar jika bayang bayang benda lebih panjang dari benda aslinya. batas waktu asar sampai masuk waktu magrib.
c. waktu magrib : waktu masuk magrib jika matahari terbenam. batas waktu magrib sampai masuk isyak.
d. waktu isyak : waktu isyak masuk jika syafak di ufuk barat menghilang. batas waktu isyak idealnya sampai tengah malam pkl 00:00.
e. waktu subuh : dari fajar samapi terbit matahari.

Sholat jamak adalah menggabungkan dua sholat dalam satu waktu. sholat sholat yang boleh dijamak yaitu : zuhur sama asar dan magrib sama isyak. tentang jarak agar diperbolehkan menjamak sholat masih jadi perdebatan, intinya nabi tidak ingin memberatkan kaumnya dengan sholat maka alloh membolehkan untuk menjamak sholat.
Sholat jamak rosul :
a. rosulullah jika safar, misalnya perginya sebelum zuhur maka dia menjamak zuhur dan asar di waktu asar.
b. jika perginya setelah zuhur maka beliu menjamak zuhur dan asar di waktu zuhur.

diperbolahkan menjamak sholat dalam keadaan berikut :
a. macet : jika pulang kerja dan dalam keadaan macet boleh menjamak sholat magrib dengan isyak, intinya nabi tidak ingin memberatkan kaumnya. dahulu waktu di madinah nabi juga menjamak sholat meskipun tidak dalam keadaan sedang berperang. saat perang khodaq nabi dan sahabat menjamak waktu sholat(zuhur, asar, magrib dan isyak) dalam 1 waktu yaitu di malam hari.
b. saat sakit.
c. saat lupa misal tertidur, atau lupa sudah sholat apa belum.


sumber : H. Darwis Abu Ubaidah

Solat jenazah

Sholat jenazaj hukumnya fardu kifayah, arti fardu kifayah adalah jika ada sebagian orang mukmin yang melaksanakan sholat jenazah maka gugur sudah kewajiban mukmin yang lain. meskipun bersifat fardu kifayah, tetapi amalan sholat jenazah sangat besar. rosul bersabda yang artinya "jika seorang mukmin mensholatkan dan mengantar samapi kubur maka dapat pahala 2 qiroth", jika mensholatkan atau mengantar jenazah saja dapat 1 pahala 1 qiroth. 1 qiroth = segedhe jabal uhud.
manfaat sholat jenazah :
1. untuk mendoakan si mayat
2. melaksanakan hak orang mukmin.

Sholat jenazah boleh sendiri boleh berjamaah. Jika ada keluarga yang meninggal sebaiknya cepat cepat dimandikan jadi tamu yang mau mensholatkan bisa cepat mensholatkan tidak harus menunggu di masjid, karena para tamu tidak semua bisa ikut ke masjid disebabkan kesibukan masing masing.

Tata cara sholat jenazah :
a. jika mayat laki laki, imam berdiri sejajar dengan kepala si mayit. jika perempuan imam berdiri sejajar dengan perut mayit.
b. niat: niat tidak usah pakai kata kata, niatkan saja sholat jenazah. niat ini sama seperti saat anda niat pergi kerja, sekolah dll yang niatnya gak usah diucapkan.
c. bertakbir 4x atau 5x sampai 9x. rata rata sih 4x.
d. takbir pertama, seperti takbir waktu sholat dengan angkat tangan. tidak ada doa iftitah pada sholat jenazah, langsung baca alfatihah dan surat dalam alquran.
e. takbir ke dua membaca sholawat atas nabi. sholawatnya sama persis dengan sholawat saat tahiyat akhir pada sholat.
 f. takbir ke tiga dan selanjutnya membaca doa bagi simayit.
DO’A DALAM SHALAT JENAZAH
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
[Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa'fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi' Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa'i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A'idhu Min ‘Adzaabil Qabri]
Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)


sumber : ustadz H. Darwis Abu Ubaidah


 


Monday, October 15, 2012

Mendidik anak menuju surga

Anak adalah mutiara dunia, setiap orang tua pasti mendambakan anak yang sholih atau sholihah. agar anak menjadi sholih atau sholihah diperlukan pendidikan yang baik. sebelum membicarakn tentang anak berikut adalah syarat menjadi ayah dari anak yang sholih atau sholihah :
1. mencari ummi atau calon ibu dari anak - anak, untuk menghasilkan benih yang bagus harus mencari calon ibu yang baik juga.
2. memberi nafkah yang halal dan baik
3. memberi nama yang baik
4. menikahkan anak

cara menasehati anak yang masih kecil di bawah 11 tahun :

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].
Dari Abul Abbas bin Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma dia berkata: Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka beliau bersabda, “Hai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, sesungguhnya seandainya umat ini bersatu untuk memberikan suatu kemanfaatan kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberinya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan suatu kemudharatan kepadamu, maka mereka tidak dapat mendatangkannya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering.”[1] (HR. Tirmidzi, dan ia mengatakan: Hadits Hasan)

Hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma ini mengandung beberapa faedah:
1. Kelembutan Rasulullah kepada orang yang lebih muda, yang mana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Nak, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat.”
2. Orang yang hendak mengucapkan ucapan yang penting, seyogyanya mengawali ucapannya dengan ucapan yang akan menarik perhatiannya, di mana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Nak, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat.”
3. Barangsiapa menjaga Allah, maka Allah akan menjaganya, berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu.”
4. Barangsiapa melalaikan Allah, -maksudnya melalaikan agama Allah-, maka Allah akan melalaikannya dan tidak akan menjaganya. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al Hasyr: 19)
5. Barangsiapa menjaga Allah, maka Allah akan memberiakn hidayah dan bimbingan kepadanya pada perkara-perkara yang mengandung kebaikan. Dan di antara konsekuensi penjagaan Allah bagi seseorang adalah Allah akan menghindarkan kejelakan darinya, karena sabdanya, “Jagalah Allah, niscaya kamu akan dapati Dia di hadapanmu.”
6. Jika seseorang membutuhkan bantuan, hendaknya dia meminta bantuan kepada Allah. Tetapi tidak mengapa ia meminta bantuan kepada selainNya, dari siapa saja yang dapat memberikan bantuan kepadanya, berdasarkan sabdanya, “Engkau membantu seseorang pada tunggangannya, lalu engkau mengangkat orang tersebut ke atas kendaraannya, atau mengangkatkan barang-barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah.” [3]
7. Umat ini tidak akan sanggup memberikan manfaat kepada seorang pun kecuali jika Allah telah menetapkannya. Dan mereka tidak akan sanggup memberikan kemudharatan kepada seorang pun juga, kecuali Allah telah menetapkan hal itu untuknya.
8. Wajib bagi seseorang untuk menggantungkan harapan kepada Allah dan tidak menoleh kepada makhluk, karena para makhluk tidak memiliki kemudharatan dan kemanfaatan baginya.
9. Segala sesuatu telah ditetapkan kesudahannya. Dan telah valid hadits dari Nabi bahwa Allah telah menentukan takdir seluruh makhluknya lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. [4]
10. Dalam riwayat lain, bahwa jika manusia mengenal Allah dengan jalan menaatinya, ketika ia berada dalam keadaan sehat dan lapang, maka Allah akan mengenalinya di saat ia dalam keadaan susah, mengasihinya, menolongnya, dan menghilangkan kesulitannya.
11. Jika Allah telah menetapkan sesuatu bagi seseorang, maka hal itu tidak akan meleset (lepas) darinya. Dan jika Allah tidak menakdirkan sesuatu kepadanya, maka hal itu tidak akan mengenainya.
12. Kabar gembira yang begitu besar bagi orang-orang yang sabar dan sesungguhnya kemenangan itu berjalan seiring dengan kesabaran.
13. Kabar gembira juga bahwa dilepaskannya kesulitan dan dihilangkannya kesempitan, berhubungan dengan kesempitan. Setiap kali seseorang merasakan kesulitan, maka Allah akan melepaskannya dari kesulitan tersebut.
14. Kabar gembira yang begitu besar, bahwa jika seseorang tertimpa suatu kesulitan, hendaknya ia menanti kemudahan. Allah telah menyebutkan hal ini di dalam Al ur’an,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6)
15. Jika engkau ditimpa berbagai kesulitan, maka bersandarlah kepada Allah sambil menanti kemudahan dariNya dan membenarkan janjiNya.

Cara menasehati anak yang remaja yaitu dengan cara diajak untuk berfikir  :

“Dalam hadits Bukhari, diterangkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menepuk pundak ibnu umar seraya berkata,”ketika engkau berada di sore hari, jangan menanti datangnya pagi. Ketika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu datangnya petang. Manfaatkanlah sehatmu untuk sakitmu dan pergunakan hidupmu untuk matimu.”
hadist ini mengisyaratkan tata cara rosullulloh menasehati anak yang remaja yaitu dengan menepuk pundak sebagai isyarat kedekatan kemudian remaja tersebut diajak untuk berfikir tentang nasehat yang diberikan oleh rosululloh.  begitupula untuk menasehati anak yang beranjak dewasa yang masih idealis, cara menasehatinya harus pelan dan diajak untuk berfikir.

Pembentukan karakter anak 

Karakter anak berawal dari informasi, dari informasi membentuk persepsi, dari persepsi muncullah tindakan, dari tindakan yang berulang ulang jadilah kebiasaan, dan dari kebiasaan jadilah karakter.
jadi saat masih kecil peran orang tua untuk memberikan informasi yang baik sangatlah diperlukan untuk membentuk karakter anak yang baik.

Cara mendidik anak untuk orang tua yang sibuk :

a. menitipkan anak ke orang yang terpercaya
b. menitipkan anak keorang yang keimanannya sangat bagus
c. memberi control yang tegas terhadap anak, jadi jangan memberikan excuse, terhadap anak yang melanggar aturan.
d. jangan terlalau memanjakan anak. misalnya dahulu umar bin abdul aziz waktu masih remeja telat sholat berjamaah, kemudian ditanya sama bapaknya, 'kenapa telat sholat berjamaah ? umar bin abdul aziz menjawa karena menyisir rambutnya. lalu ayah umar menyururh umar untuk menggundul rambutnya'.

http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/07/06/penjelasan-hadits-arbain-imam-an-nawawi-kesembilan-belas-pengawasan-allah-dan-penjagaannya/

Thursday, October 4, 2012

Tarawih, tahajud, qiyamullail, qiyamurramadan itu shalat yg sama beda nama saja

Tarawih, tahajud, qiyamullail, qiyamurramadan itu shalat yg sama beda nama saja

Yg ada setelah witir

BACAAN SETELAH SALAM SHALAT WITIR


سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ[رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ] (3× يجهر بها ويمد بها صوته يقول)

Subhaanal malikil qudduusi (rabbul malaaikati warruh) tiga kali, sedang yang ketiga, beliau membacanya dengan suara keras dan panjang.

---------------------------------

HR. An-Nasai 3/244, Ad-Daruquthni dan beberapa imam hadis yang lain. Sedang kalimat antara dua tanda kurung adalah tambahan menurut riwayatnya 2/31. Sanadnya shahih, lihat Zadul Maad yang ditahqiq oleh Syuaib Al-Arnauth dan Abdul Qadir Al-Arnauth 1/337.